
Semuanya masih berputar di sekitar ku. Jarum dinding di kamar ku masih terus berputar, bumi juga terus berotasi-berputar pada porosnya dan masih terus memuja matahari dengan berevolusi. Semuanya dinamis tapi tidak dengan hatiku saat ini, statis. Tiba-tiba ingin tenggelam dalam kesendirian, tidak ingin didengar apalagi mendengar, hanya ingin melihat tetapi tidak ingin dilihat. Mungkin memang lebih baik sendiri disaat semuanya sulit diatasi, berkonsentrasi pada diri sendiri dan mengevaluasi lagi semua nya dengan teliti tanpa ada intervensi.
Aku ingin seperti bulan malam ini yang duduk sendiri di langit tanpa bintang, dan aku dan bulan akan menata langit kami masing-masing. Lihatlah, bulan itu lebih indah di tengah belantara langit yang mendung, lebih bersinar. Dan aku? Duka boleh saja menyelimuti langit-langit hati ku, tapi mata hati ku harus berpijar. Aku ingin menjadi bulan malam ini, yang akan terus bersinar di tengah duka dan biarkan hujan yang akan menghapus jejak-jejak luka di langit hati ku yang mendung.