Aku tulis sajak ini di bulan gelap, raja-raja Bangkai-bangkai tergeletak .....
Senin, 28 Mei 2012
SahabaT
sahabat didalam hati... sahabat takkan mati... sahabat takkan layuu...
aku, kamu dan kamu.....
May and not kangeeenn kalian :(
Jumat, 25 Mei 2012
Jatuh Cinta
Aku simpan cintaku sehingga engkau menderita karena sikapku. Mereka mencelamu dan celaan mereka adalah aniaya. Musuh-musuhmu menghasut. Engkau mencintai dan telah menjadi bahan gunjingan. Tak ada manfaatnya menyimpan cinta. Engkau bagai harimau betina yang mati kepayahan. Pada bekas tapak Hindun atau bagaikan bibir yang sakit. Aku menjauhi kekasih karena takut dosa. Padahal menjauhi kekasih adalah dosa. Rasakanlah bagaimana (rasanya) menjauhi kekasih yang kau sangka. Bahwa itu tindakan bijaksana padahal mungkin itu bohong......
Sebuah syair dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud, salah satu dari tujuh orangulama ahli fiqh dari kalangan tabi’in(fuqaha assab’ah), salah seorang guru utama KhalifahUmar bin Abdul Aziz, seorang ulama yang produktif menulis syair, yang pernah jatuh cinta)
Penjelasan :
Menjaga perasaan kepada lawan jenis merupakan kunci kesuksesan seseorang agar terpelihara harga dirinya. Meskipun sama-sama saling menyukai, apabila merasa belum siap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, hendaknya perasaan itu kita tutup rapat-rapat. Meskipun kita tahu, keduanya sebenarnya saling mengharapkan. Di saat seperti ini, segala bentuk qorinah / tanda, apakah itu berupa perhatian, pemberian, dsb, hendaknya kita maknaidengan pemaknaan yang sewajar-wajarnya.Seseorang yang mengumbar perasaan cintanya, hanya akan menjadi bahan gunjingan orang-orang di sekitarnya. Apakah hubungannya itu dapat berlanjut ke jenjang pernikahan,maupun apabila hubungan tersebut gagal menuju tangga pernikahan, sama-sama merupakan sumber gunjingan yang paling enak.Di sisi yang lain, menyimpan perasaan kepada lawan jenis yang begitu mendalam akanmerusak jiwa seseorang, karena ingatannya tidak bisa lepas darinya. Alangkah baiknya apabila kecederungan tersebut segera kita wujudkan dalam bentuk ikatan pernikahan,
sebagaimana sebuah hadits menyatakan, ”Tidak ada yang terbaik bagi dua orang yang saling mencintai kecuali menikah.” (HR. Ibnu Majah)
Sedangkan menunda-nunda ikatan pernikahan saat hati sudah tertambat pada diri seseorang, atau berusaha menghindar terhadap seseorang yang kita sukai merupakan bentuk penyiksaan batin yang lain, seperti seekor kucing yang dijauhkan dari makanan yang baru ditemuinya. Ia merasa begitu kehilangan, karena dijauhkan dari sesuatu yang selama ini ia harapkan.
So, segera pastikan, cari sebuah jawaban, kunjungi orang tuanya, tentukan tanggal pelaksanaan. Insya Allah hati akan menjadi tentram. Wallauhu’alam bishshowab
KEMATIAN
Kematian adalah kehidupan
dialah jantung keabadian
gerbang penentuan
kebaikan dan keburukan
kebahagiaan dan penderitaan
keimanan dan kekufuran
Kematian adalah kehilangan
dialah pemutus hubungan
cita-cita dan harapan
nafsu yang dibiarkan
Kematian adalah awalan
awal dari sebuah perjalanan
perjalanan tanpa berkesudahan
Kiranya.......
Kalbuku hampa....
Meraba sentuhanmu yang menghilang tertelan jurang pembeda...
Sesalku masih menjerit....
Mengapa harus terantuk pemisahan yang pahit....
Langkahku tertatih......
Mencoba berlari dari pusaran kenangan penuh kasih....
Hanya hening yang memelukku....
Tak satu pun pemberontak mampu mengalihkanmu.......
Kuinginkan inderamu membelai jiwa dan ragaku....
Seperti dahulu...
Meski kau terlarang untukku.....
Karena ku tersiksa merindumu!
I knew... You're too good to be true...
Puisi Menjerit
Hati menjerit meradang,
remuk redam tiada bentuk,
hanya serpihan” yang dihempas sang bayu,
terpuruk aku disudut rindu,
… ingin rasakan cinta dalam buaian indahmu,
namun aku tak mampu tuk sematkan itu
dikedalaman hatimu.
hanya ucap dan kata yang terlontar dari bahasa kalbu,
kau yang kucinta tiadakan pernah menatapku,
palingkan wajahmu penuh seluruh,
tiada kasih yang kan bertaut karna telah surut,
terenggut oleh biduk rasa yang tak pernah bersaut.
Puisi Puisi Menangis
Disakumu adalah sajak dan puing rasa
Diksi tentang segala hidup dan dilemma
Jiwamu bersenyawa dalam kata
Memancar keluar dari setiap pori tubuhmu
Seperti embun yang selalu memuja fajar
*
Beri aku alasan untuk menangis kali ini
Sayat hatiku dengan puisi-puisimu
Agar pedihku tak terdiam
Dalam hampa yang mencekam
Ini resahku,
Bawa dia meramu mantra
Hujamkan kedalam jantungku
*
Kali ini kau bergeming
Kenapa…?
Setiap kata yang kau tuliskan hanya tertelan dalam pusaran rasa
Tajamkan penamu
Buat hatiku berdarah…
Kumohon…
Bunuhlah aku dalam sajakmu
*
Kebebasan yang kau impikan tak datang
Bahkan kata pun terpenjara oleh rasa
Beri tahu aku,
Dimanakah ujung dunia ?
Karena saat ini, aku hanya ingin lari
Memaknai Arti Kehilangan
Ada seorang perempuan yang merasa sangat
kehilangan saat ditinggal mati suami yang
sangat dicintainya.
Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia
memutuskan untuk mengawetkan mayat
suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.
Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah
menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu
merasa dengan kematian suaminya, maka tidak
ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya.
Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang
pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian
yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan
dia mengatakan bisa menghidupkan kembali
suaminya. Dengan syarat dia meminta
disediakan beberapa bumbu dapur yang mana
hampir setiap rumah memilikinya.
Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut
harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya
belum pernah ada yang meninggal dunia sama
sekali.
Mendengar hal itu, muncul semangat di hati
sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua
tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap
rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh
si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku
pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh
kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek,
kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah
meninggal.
Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah
yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang
dibutuhkan.
Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa
bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh
orang yang disayanginya.
Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang
bijak dan menyatakan pasrah akan kematian
suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan
mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua
orang pasti pernah mengalami masalah
sebagaimana yang dihadapinya.
Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah
menganggap bahwa masalah yang ada pada
kita merupakan masalah yang paling besar,
sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk
terus meratapi musibah tersebut.
Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini
pernah mengalami musibah, apapun bentuknya.
Yang membedakan adalah bagaimana
seseorang menghadapi dan menyikapi
masalah yang ada pada dirinya. :-)
Ya Allah
Ya Allah, Ya Tuhanku,, Ku mohon Kepadamu,,, Ampuni Dosa kedua orang tuaku, aku, adik adikku, kakek nenekku, uwa bibiku, sepupuku, pamanku, sahabt-sahabatku,dan untuk dia si pemilik rusuk
sayangi mereka, berkahi mereka, ,,, amin
Langganan:
Komentar (Atom)

